Kasus Dugaan Korupsi Penahan Ombak Wantulasi Terus Bergulir

  • Whatsapp

BUTUR- Kasus dugaan korupsi pembangunan cincin beton penahan ombak di Desa Wantulasi, Kabupaten Buton Utara telah naik ketahap penyidikan.

Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri(Kajari) Muna, Agustinus Baka Tangdililing kepada Wartawan, di Kantornya, Selasa 2 November 2021.

Bacaan Lainnya

Dijelaskannya, kasus dugaan korupsi yang dimaksud melekat pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Buton Utara(Butur) tahun anggaran 2020 sebesar Rp. 3 Milyar dan menjadi prioritas untuk dituntaskan.

Meskipun memiliki keterbatasan personil, Agustinus menegaskan pihkanya tidak main-main dalam penegakan supremasi hukum, sesuai standar operasional prosedur dan bekerja secara tegas dan humanis.

“Tinggal tunggu waktu saja,” tegas Agustinus.

Sementara itu, Kasi Pidsus Sahrir menjelaskan , sejak 22 Juli lalu, kasus dugaan korupsi di BPBD Butur telah dinaikkan pada tahap penyidikan dan ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 250 juta.

Dari hasil penyidikan itu, ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Upah buruh yang belum terbayar sebanyak Rp 200 juta, material Rp 100 juta dan sewa alat berat Rp 80 juta.

Selain itu, lanjutnya, campuran pasir dan semen yang seharusnya menggunakan air tawar diganti menggunakan air asin.

Diterangkannya, pihak Kejaksaan Muna akan turun lapangan bersama tim ahli yang berasal dari Dinas PU dan Universitas Haluoleo(UHO) Kendari untuk memeriksa Kualitas dan kuantitas pekerjaan proyek pengaman pantai itu.

Syahrir mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada pihak-pihak yang terkait dan sejumlah saksi diantaranya mantan Kepala BPBD Butur, PPK, Konsultan, Kontraktor, operator alat berat dan tukang.
“Namun ada beberapa saksi yang belum memenuhi panggilan,”ungkapnya.

Oleh karena itu, saat turun lapangan nanti, selain memeriksa kualitas pekerjaan juga sekaligus melakukan pemeriksaan saksi.

(Giyan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *