Ketua IP2 Buton Utara Angkat Bicara Soal Kisruh Ibukota Buton Utara

  • Whatsapp

BUTUR, SULAWESION.COM — Dengan akan adanya gugatan yang dilayangkan oleh salah satu lembaga pemerhati masyarakat kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra) tentang perbuatan yang diduga melawan hukum terkait pemindahan Ibukota Buranga, merupakan angin segar untuk melakukan flashback terhadap kejadian masa lalu.

Hal ini disampaikan Kasno Awal yang merupakan Ketua Ikantan Pemuda Pembaharu Buton Utara (IP2-BUTUR) dalam rilis yang diterima, Kamis (30/9/2021).

Menurutnya, tudingan pemindahan Ibu kota kepada Pemerintah Daerah Buton Utara ini akan terjawab berdasarkan insiatif siapa.

Padahal, saksi maupun yang pernah menjadi koordinator lapangan (Koorlap) kejadian di Tahun 2008 dalam memperjuangkan Ibukota masih bisa dimintai keterangan.

“Saya rasa ini waktu yang tepat untuk menjelaskan tentang kejadian masa lalu termasuk panitia-panitia pemekaran yang pernah di bentuk harus bersama-sama untuk hadir memberikan kesaksian agar semua masyarakat tau tentang kronologis kejadian mulai dari mekar sampai pada saat menjadi ibu kota,” kata Kasno.

Menurutnya, agar tidak  menjadi wacana yang coba selalu di politisir, sehingga tidak menjadi opini liar yang terus dimainkan hingga kini padahal diketahui bersama pemekaran satu Ibukota di Negeri ini tidak mudah, sama halnya dengan melakukan pembangunan dengan berbagai tantangan.

Dalam rilisnya, Kasno menjelaskan pemindahan Ibukota yang terjadi pada Tahun 2008 dengan Bupati yang masih menjadi pelaksana saat itu Kasim.

“Terjadi gerakan masyarakat untuk mendesak DPRD melakukan pemindahan Ibu kota. surat keputusan itu sah Dan diparipurnakan oleh DPRD yang artinya pemindahan ibu kota itu bukan perbuatan melawan hukum sebab telah diatur dalam perundang-undangan,” urainya.

Kalaupun memang gugatan ini terjadi saya mengharapkan kita semua bersedia memberikan keterangan yang sebenar-benarnya tanpa tendensi apapun.

“Orang tua ataupun para senior untuk bersedia menceritakan tentang muncul pasal yang kontrafersi tersebut jangan lagi kita biarkan berlarut larut seperti sekarang ini Saya secara pribadi siap memberikan keterangan bila di butuhkan,” katanya.

Kasno berharap agar pihak-pihak yang terlibat dan mengetahui alur perjuangan dengan sukarela memberikan informasi yang sebenar- benarnya agar tidak ada lagi orang yang coba memanfaatkan isu ibu kota untuk memecah belah masyarakat .

“Tujuannya adalah agar Butur menjadi daerah yang adil, makmur dan sejahtera,” pungkas Kasno. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *