Samahuddin Penuhi Janji Politiknya di Talaga

  • Whatsapp
Bupati Buton Tenga H. Samahuddin SE didampingi oleh Ketua DPRD Buteng Bobi Ertanto, Dirut PDAM Oeno Lia Muhiddin, Camat Talaga Zaludin saat penandatangan plakat sebagai tanda peresmian PDAM Oeno Lia di Kecamatan Talaga

BUTON TENGAH, SULAWESION.COM – Kecamatan Talaga Raya yang selama ini kekurangan air bersih layak konsumsi, kini mulai teratasi dengan hadirnya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Oeno Lia Kabupaten Buton Tengah (Buteng).

Kehadiran PDAM Oeno Lia ini merupakan bentuk komitmen Bupati Buteng dalam menepati janji politiknya pada masyarakat Talaga Raya saat menggelar kampanye pada pemilihan Bupati Buteng 4 tahun silam.

Bupati Buteng H Samahuddin SE mengatakan hadirnya PDAM Ditalaga ini telah menjadi agenda prioritas saat menjabat sebagai kepala daerah.

Katanya, untuk mengahdirkan PDAM ini, sangat menguras pikiran dan energinya, karena selain turun langsung memantau pekerjaannya dilapangan, keterbatasan anggaran ditambah mendannya sangat sulit karena harus melalui lautan yang kedalamannya 20 Meter dari permukaan laut.

“Pekerjaan PDAM disini ini sangat memusingkan kepala saya, sehingga Bulan Juli kemarin saya khususkan kunjuganku untuk menuntaskan masalah dilapangan, jadi suatu kesyukuran bagi saya, bahwa hari ini sudah ada PDAM yang masuk Di Talaga Raya dan Alhamdulillah dipenghujung massa tugas saya dapat saya wujudkan,” tuturnya saat memberikan sambutan pada peresmian PDAM Oeno Lia di Kecamatan Talaga Raya, Minggu (7/11/2021)

Tidak hanya sampai disitu, Lanjutnya, pihaknya juga menjanjikan bak penyaring untuk menjamin kualitas air yang akan mengalir kejaringan pipa dimasyarakat.

Selanjutnya, penuntasaan pembangunan jalan lingkar dan pengadaan Puskesmas apung, pelabuhan Veri -Mawasangka serta mobil zenajah yang akan diprioritaskan kedepannya.

Olehnya itu, harap Samahuddin, kerjasama masyarakat dalam menjaga dan mendukung kerja pemerintah sangat kami harapkan demi kesejahteraan dan kemajuan daerah kabupaten Buteng terkhusu kecamatan Talaga Raya,

“Muda-mudahan dengan hadirnya PDAM ini dapat meningkatkan mensejahterakan dan kemakmuran kepada Masyarakat Talaga dan berharap kerjasama tetap dijaga demi kemajuan Buteng dan Kecamatan Talaga khusunya,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Ketua DPRD Buteng yang sekaligus tokoh masyarakat Talaga Raya Bobi Ertanto mengatakan secara kelembagaan, DPRD sebagai mitra dari pemerintah Daerah sangat mendukung dan mengapresiasi program kerja yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah dalam memajukan dan mensejahterakan masyarakat Buteng secara umum.

Terlepas dari hal itu, sebagai tokoh masyarakat Talaga Raya, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Bupati Buteng yang telah menaruh perhatian khusus kepada masyarakat Talaga Raya, dan telah menjawab keresahan masyarakat yang selama ini dikeluhkan. Dan keluhan ini selalu dijanjikan oleh elit politik yang ingin meraup simpati masyarakat Talaga, yang tidak pernah terealisasi.

“Kalau kita menoleh kesejarah, tidak ada satu pun pemimpin yang telah berhasil merealisasikan janjinya kepada masyarakat Talaga Raya terkait air bersih ini, selain Bupati Buteng sekarang, Walaupun saat ini ada perusahaan swasta, tetapi dengan Hadirnya PDAM ini melengkapi yang tidak lengkap dan memenuhi yang belum terpenuhi, sehingga kami ucapkan terimakasi kepada Bupati Buteng yeng telah perhatian khusus kepada masyarakat Talaga Raya,” tuturnya saat memberikan sambutan.

Sementara Direktur Utama PDAM Oeno Lia Muhiddin memaparkan untuk menghadirkan air bersih di Kecamatan Talaga Raya butuh perjunagan panjang dan menantang, hal ini dikarenakan penyambungan pipa dari mata air menuju rumah penduduk harus melalui lautan yang penyambungannya dilakukan didasar laut sepanjang 8 Km, seleihnya 5 km disambung dan dikerjakan didarat.

“Anggaran yang dihabiskan kurang lebih 13 miliar untuk dua kecamatan yakni Kecamatan Talaga Raya dan Mawasangka Timur, dengan jumlah sambungan 3.976 sambungan,” jelasnya

Sementara untuk kebijakan tarif, sambung Muhiddin, tergantung kesepakatan antara DPRD dan Pemda Buteng nanti, namun sejak mulai dioperasikan bulan Juli lalu belum dilakukan penagihan.

“InsyaAllah bulan Desember ini sudah mulai diberlakukan tarifnya. Tadi ada instruksi Bupati untuk rumah ibadah digratiskan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *