Sekda: Data Penerima BST di Buteng Banyak Kesalahan

  • Whatsapp
Sekretaris Daerah Kabupaten Buteng H Konstatinus Bukide saat memberikan bnatuan Beras 10 Kg kepada warga secara simbolis didepan Kantor Bupati Buteng

BUTON TENGAH, SULAWESION.COM – Sedikitnya ada 10.776 Kepala Keluarga (KK) yang masuk dalam data Program Keluarga Harapan (PKH) dan Data Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) menerima bantuan berupa beras 10 Kg dari Kementrian Sosial.

Pemberian bantuan tersebut dilakukan untuk meringankan sedikit beban keluarga pada Massa Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berlangsung akibat pendemi Covid 19.

Bacaan Lainnya

Namun, dari data yang diberikan oleh Kementrian Sosial tersebut, diduga masih terdapat banyak kesalahan, sebab warga yang telah meninggal dunia masih tercatat sebagai penerima bantuan.

“Jadi, berdasarkan data yang kami himpun, data tersebut masih banyak yang salah, sebab orang yang telah meninggal masih tercatat mendapatkan bantuan,” kata Sekda Buteng H. Konstatinus Bukide saat memberikan menyampaikan sambutan didepan kantor Bupati Buteng, Rabu (28/07/2021),

Olehnya itu, Harap Jendral PNS ini, semua yang tercatat namanya, harus disalurkan dengan tepat sasaran dan bagi warga yang meninggal akan di gantiakan dengan yang baru yang lebih membutuhkan.

“Jadi, saya harpa kepada dinas sosial, untuk memastikan yang menerima bantuan tersebut, dan mendata KPM yang belum masuk dalam untuk dimasukan di data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Buteng, sehingga kedepannya warga kurang mampu dapat tercatat semua,” pungkasnya

Ditempat yang sama, Pemimpin Cabang Bulog Baubau Ardiansyah mengatakan bantuan beras tersebut kurang lebih 100 ton beras dan mulai disalurkan hari ini di seluruh kecamatan dan desa, tanpa dipungut biaya sedikitpun.

“InsyaAllah penyalurannya sampai tanggal 31/7/2021, untuk tahap pertama dan tahap kedua akan dimulai Agustus kedepan, diperuntukkan bagi Kepala Keluarga penerima Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT, yakni sekitar 3000 KK,” ungkapnya

Begitu pula dengan data penerima bantuan, lanjutnya, kami dari pihak Bulog hanya menerima data, dan selanjutnya tegas kami menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat yang namanya sudah tertera.

“Jadi jangan ada yang beranggapan bahwa penerima bantuan ini dipilih oleh Bulog dan dinas sosial setempat. Datanya semua dari Kemensos nama dan NIK nya jelas,” beber Ardiansyah. Pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *