CV CPP Bantah Jual Batu Hasil Pematangan Lahan

  • Whatsapp
Batu hasil cuttingan yang dikumpul di belakang besecamp di Kecamatan Mawasangka Tengah

BUTON TENGAH, SULTRA – CV Cahaya Putra Perdana (CPP) membantah tuduhan memperjual belikan limbah (Batu) hasil cuttingan pematangan lahan pembagunan kantor Organisasi Perangkat Daerag Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berlokasi di Desa Langkomu, Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng).

Pelaksana kegiatan, Zalaluddin, mengatakan, batu hasil cuttingan yang dituduh dijual, sengaja diangkut dan dikumpul di besecamp (Kantor) untuk melihat sejauh mana progres pekerjaan yang sementara dilaksanakan.

Bacaan Lainnya

“Jadi kalau tidak diangkut limbahnya itu kami tidak bisa lihat sudah sejauh mana progres pekerjaan, itu kami tidak jual, tetapi kami tampung di dekat Basecamp kalau tidak percaya bisa datang lihat sendiri,” tuturnya saat rekan media konfirmasi di ruang kerjanya, Jumat, (8/10/2021).

Lebih lanjut Zalaluddin memaparkan, jika masyarakat yang ingin mengambil hasil cuttingan batu untuk kepentingan umum dan pribadi, silahkan datang ke lokasi.

“Saya sebenarnya senang kalau ada masyarakat sekitar yang mau atau ingin mengambil batu, asal mereka biayai ongkos transpornya saja (bawah sampai kerumah warga), apalagi itu warga sekitar kan,” tambahnya.

Hal ini kami sudah buktikan juga, sambung Zalaluddin, seperti bantuan 20 Ret bekas tanah galian untuk masjid di Langkomu, kami dropkan semua dan itu kami tidak meminta biaya sepersen pun biaya, karena kami pikir untuk keperluan dan kepentingan umum.

“Kalaupun dia yang membutuhkan tanah galian tersebut kemudian mengeluarkan biaya, tolong ditanya dia berikan kepada siapa. Selaini itu ada juga tambahan material yang diambil sekitar 22 ret itu juga kita muatkan, dan kami merasa tidak menerima sepeser pun dari itu,” sambungnya.

Zalaluddin, sangat menyayangkan ada oknum yang tidak bertanggungjawab menyebarkan informasi yang tidak benar bahwa mareka menjual bahan material berupa batu hasil cuttingan kepada masyarakat tanpa ada konfirmasi ke pihak yang bersangkutan.

“Kalau mau konfirmasi kebenarannya kan bisa langsung temui saya karena saya orang Masteng juga. Tapi anehnya itu tidak dilakukan,” tutupnya

(ALI TIDAR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *