Kesalahan Penganggaran, Pembangunan Tugu Religi Takkan Kelar Tahun Ini

  • Whatsapp

 

BUTON TENGAH, SULTRA -Pembangunan Tugu Religi yang akan menjadi aikon Kabupaten Buton Tengah (Buteng), bertempat di simpang lima Labungkari Kecamatan Lakudo, dipastikan tidak akan kelar tahun ini. Hal ini disebabkan, adanya kesilapan penganggaran pada pagu anggaran 10 Miliar tersebut.

Kesilapan tersebut, beber Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Buteng Aminuddin terdapat pada Rincian Anggaran Belanja (RAB), seperti kenaikan harga besi yang awalnya Rp 10.000 lebih perkilonya, naik menjadi Rp. 20.000 lebih harga saat ini. Termasuk juga kenaikan harga pasir, awalnya kurang dari Rp 1 Juta sekarang naik hingga 1 Juta lebih.

Selain itu, harga satuan lift, di pagu Anggaran harganya Rp 600 juta, namun kenyataannya dilapangan harganya kurang lebih Rp 2 miliar, belum juga ongkos kerja seperti Krim yang akan menaikan rangka bajanya.

” ini merupakan hal baru bagi kami, Jadi setelah kami analisis memang akan minim anggarannya, sehingga anggaran 10 miliar yang telah diporsikan masih dianggap kurang dan diprediksi pembangunannya hanya sekitar 80 persen saja,” bebernya saat dikonfirmasi oleh rekan media diruang kerjanya, Selasa (3/8/2021)

Sementara, jelas Aminuddin, untuk pemakaian anggaran Rp 10 miliar tersebut, hanya sampai pada semua rangka dengan kubah tugu religi, sementara dinding bagian tengah dan bagian bawah kontruksi belum akan dikerjakan sepenuhnya.

“Tugunya sudah akan berdiri, namun dinding pada bagian tengah dan bawah belum akan dikerjakan sepenuhnya,” jelasnya

Olehnya itu, pungkas Aminuddin, kisaran anggaran untuk merampungkan pembangunan tugu religi simpang lima Labungkari berkisar sampai Rp 15 miliar lebih, dan itu sudah termasuk lift yang ada didalamnya.

“Jadi tahun depan akan dirampungkan sebelum selesai massa jabatan pa Bupati Buteng, karena jika dianggarkan pada APBD perubahan, setelah kami konsultasikan dengan konsultan wakatunya sudah sangat mepet dan diperkirakan tidak akan selesai dikerja,” pungkasnya

(Ali Tidar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *