Mabuk Berujung Penganiayaan, Satu Warga Diamankan Tim Walet Polres Butur

  • Whatsapp
Tim Walet Polres Butur Mengamankan Pelaku penganiayaan LS (41)

BUTUR – Seorang dengan inisial LS, warga Desa Pebaoa, Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara, menganiaya korban IB sampai tidak bisa bangun maupun duduk.

Kasat Reskrim Polres Butur, IPTU Sunarton mengatakan, Kronologis kejadian berawal karena korban menegur korban pelaku yang sedan mabuk dan berteriak mengeluarkan kata kata rasis.

Bacaan Lainnya

“Saat itu korban sementara duduk-duduk di teras rumah miliknya, kemudian korban mendatangi pelaku untuk menanyakan kepada siapa maksud dengan perkataan tersebut, lalu tiba-tiba terlapor memukul bagian wajah korban sehingga ia jatuh selanjutnya pelaku duduk diatas perut korban sambil mencekik leher korban,” jelas Sunarton sapaan Akrabnya, melalui telepon seluler, Kamis (3/06/2021).

Setelah itu, beberapa warga datang untuk melerai pelaku dan korban, kemudian korban dan dibawa kerumahnya. Akibat kejadian tersebut, korban merasa kesakitan pada wajah, leher, tangan kanan dan punggung serta pinggang belakang.

Sunarton juga mengungkapkan, menurut informasi dari masyarakat sekitar tempat kejadian perkara, saat malam kejadian pelaku mabuk dan keliling kampung sambil berteriak-teriak.

“Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan unit Pidum Sat Reskrim Polres Buton Utara,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk korban, pihaknya sudah koordinasikan dengan keluarga korban dan rumah sakit tadi siang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. karena korban tidak bisa bangun dan duduk karena merasa pinggangnya ada kelainan dan rasa sakit.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku diganjar pasal yang dipersangkakan, pasal 351 ayat 1 KUHP. Dengan ancaman 2 tahun 8 bulan kurungan penjara.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *