Menyambut Bulan Suci Ramadhan, Pemdes Lagadi Mulai Tata Lingkungan

  • Whatsapp
masyarakat Desa Lagadi, Kabupaten Muna Barat kerja bakti berishkan lingkungan menyambut bulan suci Ramadhan

MUBAR, SULTRA – Menindaklanjuti instruksi Bupati Muna Barat Achmad Lamani, Pemerintah Desa Lagadi, Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat (Mubar) Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menata lingkungan sekitar khususnya di tempat -tempat yang menjadi fasilitas umum khususnya tugu.

Kepala Desa (Kades) Lagadi, Laode Buldinal Muslim mengatakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan pihaknya mulai melakukan pembersihan dan penataan lingkungan khususnya fasilitas umum.

Bacaan Lainnya

“Hari ini kami bersama perangkat desa menata lingkungan mulai dari ikon tugu Lagadi. Disana dilakukan pemasangan lampu hias, pembersihan dan penataan bunga yang ada diatas tugu serta pengecatan untuk mempercantik tugu perjuangan itu. Malam ini sudah bisa dinikmati bagi masyarakat yang lewat,” ungkap Buldinal Muslim saat dihubungi, Jum’at malam, 2 April 2021.

BACA JUGA: 2.421 Lansia di Sultra Sudah Divaksinasi Covid-19

BACA JUGA: Dit Resnarkoba Polda Sultra Bekuk 3 Pengedar Narkoba Jenis Sabu

BACA JUGA: Penuhi Kebutuhan Pasar Nasional, Kadin Sultra Kawal Investasi Aspal Buton

Abu sapaan akrabnya melanjutkan, selain tugu pihaknya juga akan membersihkan beberapa tempat pekuburan umum (TPU) yang di wilayahnya dan juga masjid akan ditata dan diperindah.

“Kami akan selesaikan ini sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Kepada warga juga kami sudah sampaikan agar halaman dan pagar rumah dibersihkan serta di cat agar indah dilihat,” lanjutnya.

Ia menambahkan tujuan dari penataan lingkungan agar dalam memasuki bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, alangkah baiknya kita membersihkan semua apalagi kata pepatah kebersihan merupakan bagian dari iman,” pungkasnya.

Terlihat, pada malam hari ini tugu perjuangan yang ada di Desa Lagadi yang juga merupakan bagian dari ikon Kabupaten Muna Barat itu sangat indah dan terang sehingga para pengendara yang lewat melalui jalur itu tidak lagi merasa takut apalagi tempatnya sunyi dan terkesan “angker” jika pada malam hari.

JUL AWAL

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *