AMLM Resmi Adukan Persoalan Inproseduralnya Lelang/Tender Proyek di ULP Mubar Kepada KPK RI

  • Whatsapp
Ketua AMLM LM. Yasir (kiri) saat memberikan dokumen terkait dugaan lelang tender proyek di ULP Mubar kepada pihak KPK RI, Rabu, 27 Oktober 2021.

MUBAR – Aliansi Mahasiswa Laworo Menggugat (AMLM) terus intens menyoal dugaan lelang/tender proyek yang inprosedural pada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Muna Barat Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sebelumnya, AMLM telah dua kali melakukan aksi demonstrasi baik di Kantor ULP Mubar, Kantor Bupati, maupun DPRD Mubar.

Hari ini, AMLM yang dikomandoi LM Yasir telah mengadukan dugaan lelang proyek yang tidak sesuai mekanisme yang dilakukan oleh mafia-mafia proyek itu kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI pada Rabu, 28 Oktober 2021.

Yasir menjelaskan akibat hal itu sehingga memunculkan monopoli proyek oleh dua perusahaan terhadap paket proyek yang ada di Muna Barat.

“Ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya. Jangan biarkan mafia-mafia proyek tumbuh subur di daerah tercinta ini,” tegas Yasir.

Yasir mengaku dalam aduan itu terlampir beberapa dokumen pengaduan yakni laporan pengaduan dan beberapa bukti kecurangan hasil screenshot server LPSE yang tidak pernah aktif sejak bulan Mei serta terkait lelang proyek siluman,dan beberapa data outentik lainnya.

“Bukti data lengkap. Laporan, serta lampiran bukti beberapa dokumen tender proyek di Muna Barat yang tidak sesuai mekanisme di ULP sudah kami serahkan ke KPK. Semoga kasus ini cepat dituntaskan,baik dari kejaksaan negeri muna maupun KPK RI,” harapnya.

Selain itu, Yasir sangat mengharapkan kepada KPK RI bisa bekerja cepat dalam merespon laporan yang telah mereka berikan, agar para mafia-mafia lelang proyek tersebut bisa mengungkap perbuatan jahat yang telah mereka lakukan terhadap daerah tercinta ini.

“Kita berikan dukungan moril kepada APH dan KPK RI agar segera di tuntaskan soal ini,” imbuhnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *