Penyerapan Dana Desa Tahap I di Mubar Baru 35,75 Persen.

  • Whatsapp
Kadis DPMD Mubar, Laode Tibolo. (Zul).

MUBAR, SULTRA – Menjelang akhir semester l tahun 2021, penyerapan anggaran dana desa (DD) di Kabupaten Muna Barat untuk tahap 1 baru mencapai 35,75 persen dari 40 persen yang harus diserap pada tahap satu.

Proses pencairan dana desa untuk tahun 2021 tahap 1 dan 2 40 persen dan tahap 3 20 persen.

Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Laode Tibolo mengatakan pagu anggaran DD untuk 81 Desa di Kabupaten Mubar senilai Rp 79,795,561,000.

“Dan yang sudah diserap baru 35,75 persen dari 40 persen pencairan tahap satu yakni Rp 28,530,324,400, ungkap Tibolo, Selasa, 29 Juni 2021.

Tibolo menuturkan rincian pos anggaran yang diserap itu terdiri dari alokasi belanja covid-19 sebesar 8 persen dari pagu DD, BLT DD, dan non BLT.

“Rinciannya itu alokasi belanja covid-19 8 persen dari pagu DD Rp 6,383,644,880, non BLT Rp 19,887,079,520 atau sekitar 24,92 persen, dan untuk BLT dua bulan (januari-februari) total Rp 2,259,600,000 atau 2,83 persen,” terang Tibolo.

Dijelaskannya, jumlah penerima BLT di Mubar berjumlah 3766 orang yang sudah ditetapkan oleh perkades di setiap desa. Jumlah itu menurun drastis dari tahun sebelumnya yakni 8829 orang.

Ia menyebut dana BLT yang masuk ditahap satu mulai januari sampai mei, namun karena regulasi tidak bisa diserap semua seperti tahun sebelumnya.

“Penyaluran BLT tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya yang mengacu peraturan kementerian keuangan yakni PMK nomor 222/PMK.07/2020 tentang pengelolaan DD yang telah ditegaskan melalui SE Kementerian Keuangan nomor SE-3/PK/2021 tentang penyesuaian penggunaan anggaran DD. Sekarang pencairan hanya untuk satu bulan BLT. Selesai laporan satu bulan baru lanjut pencairan bulan berikutnya,” lanjutnya.

Mantan Camat ini menjelaskan dana BLT sampai mei yang belum diserap itu mempengaruhi presentase penyerapan DD untuk tahap satu.

Oleh karena itu, DD tahap dua belum bisa dicairkan sebelum dana BLT sampai bulan mei belum tersalurkan.

“Olehnya itu, kami menggenjot pelaporan BLT agar semua bisa diserap sampai mei. Untuk itu kami harap di desa agar pelaporan di desa harus diprogres secepatnya,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *