Persentase Vaksinasi Covid-19 di Mubar Sudah 50,22 Persen

  • Whatsapp
Kadis Kesehatan Mubar, LM. Izar Masiala, SKM. M, Kes saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 29 Juni 2021. (Foto : Zul).

MUBAR, SULTRA – Persentase vaksinasi covid-19 di Kabupaten Muna Barat per 28 juni naik dari 5,67 persen menjadi 50,22 persen. Padahal kemarin dilaporkan per 26 juni baru mencapai 44,55 persen dan masuk urutan kelima se-Sultra.

Kepala Dinas Kesehatan Mubar LM. Izar Masiala mengatakan dari jumlah yang ditargetkan untuk Mubar 14.987 orang yang akan divaksin, saat ini sudah mencapai 7527 orang atau 50,22 persen.

“Semakin hari warga semakin antusias untuk vaksin. Ini dilihat dari jumlah yang ikut vaksin setiap puskesmas semakin bertambah,” ungkap Isar Masiala saat ditemui di kantornya, Selasa, 29 Juni 2021.

Dikatakannya, apalagi besok (Rabu, 30 Juni, red) ada lagi vaksin massal yang dipusatkan di kantor Kecamatan Tiworo Tengah yang akan disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo secara virtual.

“Besok ini kita target 1000 orang yang akan ikut vaksin disana,” singkat Ojo sapaan akrabnya.

Isar melanjutkan semakin antusiasnya masyarakat membuat stok vaksin di Mubar sempat habis.

“Tapi alhamdulillah, saat ini stok vaksin sinovac sudah tersedia kembali sekitar 250 vial atau sekitar 2500 vaksin dan sudah disebar di setiap Puskesmas,” pungkasnya.

Dalam melakukan vaksinasi lanjut Isar, tentu mendapatkan kendala- kendala dilapangan baik tekhnis maupun dari masyarakat itu sendiri.

“Kendala dilapangan saat melakukan vaksinasi, pertama ada satu kepala desa yang membuat surat pernyataan tertulis penolakan terhadap vaksinasi. Kedua salah satu dokter pingsan karena banyak masyarakat yang antusias untuk ikut vaksin saat screening, dan ketiga kurangnya edukasi karena terimajinasi hoaks tentang vaksin padahal vaksin aman dan halal,” terangnya.

Olehnya itu, diharapkan semua masyarakat khususnya tenaga yang masuk dalam pelayanan publik timbul kesadaran untuk mengikuti vaksin.

“Karena vaksinasi bukan saja pribadi yang dilindungi tapi juga melindungi kelompok. Jadi masyarakat jangan terprovokasi dengan banyaknya hoaks, vaksin aman dan halal,” cetusnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *