Pamit Melaut, La Tanjo Akbar Hilang Misterius Saat Menyelam di Pulau Runduma Wakatobi

  • Whatsapp
Operasi pencarian tim SAR Wakatobi terhadap salah seorang pemanah ikan yang menyelam di Pulau Runduma Wakatobi.(Liputan6.com/dok. SAR Kendari)

WAKATOBI, SULTRA – Seorang pemanah ikan hilang dan tenggelam saat menyelam di perairan Pulau Runduma, Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi, Sabtu (3/4/2021).

Namun, laporan baru diterima pihak Pos SAR Wakatobi sehari setelahnya, Minggu (4/4/2021) sekitar pukul 15.00 Wita. Pihak keluarga, datang melapor usai sempat melakukan pencarian dibantu rekan korban di sekitar lokasi kejadian.

Awal kejadian, korban yang diketahui bernama La Tanjo Akbar (28) pergi melaut bersama dua orang rekannya, sekitar pukul 19.00 Wita. Korban diketahui merupakan warga Topa Kelurahan Mandati Kecamatan Wangi-wangi.

Kemudian, sekitar pukul 20.00 Wita, korban turun menyelam ke dalam laut untuk memanah ikan.

Saat itu, gelombang laut mencapai tinggi 1,5 hingga 2,5 meter di wilayah itu. Selain itu, arus bawah laut di perairan Wakatobi diduga cukup kuat sehingga menyebabkan korban mengalami kecelakaan.

Tak Muncul ke Permukaan

Humas Kantor SAR Kendari Wahyudi menyatakan, saat itu korban turun menyelam dengan menggunakan kompresor atau tabung berisi oksigen. Dia menambahkan, korban juga menyelam dilengkapi dengan selang panjang yang tersambung ke kompresor.

“Kata rekannya, korban tak kunjung naik ke permukaan, padahal biasanya 20 sampai 30 menit, penyelam sudah naik kembali ke permukaan,” ujar Wahyudi.

Dia menjelaskan, berdasarkan laporan d iatas, pukul 15.30 wita Tim rescue pos sar Wakatobi diberangkatkan menuju lokasi. Tim SAR Wakatobi menggunakan Rigid Inflatable Boat, jenis perahu karet untuk operasi dan evakuasi di laut. utk memberikan bantuan SAR

“Jarak lokasi kecelakaan dengan pos SAR Wakatobi sekitar 52 NM,” jelas Wahyudi.

Hingga Minggu (4/4/2021) sekitar pukul 19.00 Wita, tim Pos SAR Wakatobi masih berada di sekitar lokasi melakukan pencarian. Diketahui, Pulau Runduma merupakan salah satu perairan dengan ombak tinggi. Lokasinya yang berada di Laut Banda, hampir setiap hari ombak di wilayah ini cukup tinggi.

(liputan6)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *